Lelaki tua itu selalu saja tidak menyukai cucunya yang kalo datang ke rumahnya cuma bawa tangan kosong, dan kalo kami sudah datang kerumah dg celetuknya dia bilang "dem dem balik la galek amon nak meribut bae".
1 juni 2008, entah kenapa waktu itu tibatiba saja aku ingin menjenguknya disana. saat aku sdh tiba aku mendapatkannya duduk merenung di depan rumahnya. beiau sedikit teerkejut melihat kedatangan ku sendiri saat itu, dengan segera dia menyodorkan sebuah potongan kuku, "potongi kuku nek anang y yuk".
batinku, apakah dari tadi dia memikirkan potongan kuku ini? apakah tangannya sudah tidak sanggup menekannya lagi?
yaaa, benar. kuku beliau cukup keras, menggunakan dua tanganku untuk memotongnya.
(Apa semua kuku org yg sdh tua itu keras?)
*entahlah
8 juni 2008, hari itu seluruh keluarga besar kumpul merayakan ulangtahun si nek anang 2 hari lalu (6 juni). tapi seperti biasa beliau masih berada di kebunnya. orang rumah pun sibuk mempersiapkan semuanya.
di tunggu.. di tunggu dan ditunggu, hingga maghrib pun laki2 itu pun tak kunjung pulang, semua orang sibuk mencarinya.
(ya Allah apa yg terjadi?)
saat itu yg menyusul beliau hanya ayah, ibu, dan 3 oom lainnya.
Allahu, ketika mereka mendapatkan keadaan beliau di tempat itu, aku tak sanngup membayangkannya, tergeletak lemah, di mana tubuhnya sudah terbalut dg kotorannya. panjang ceritanya dan aku benar2 tidak sanggup mengingatnya kembali.
Saat ini ya hari ini, hari pertama ramadhan, aku ingin berjumpa, buka puasa bersama, aaaaaa tidak mungkin!!
Aku sanggat merindukanmu, dimanapun engkau berada aku yakin kau pasti mengawasiku, semoga aku terus bisa membuatmu tersenyum dari sini, semoga kelak kita berkumpul disisi terbaik-Nya.yang tersayang Zainal Marvel.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar